Balita Anda Sesak, Mungkin Saja Itu Pneumonia!

Posted by:






Jika orang tua ditanya, apakah balita anda pernah mengalami batuk disertai demam dan sesak nafas, mungkin hampir semua mengacungkan jarinya. Tapi ketika ditanya lebih lanjut, tahukah anda tentang Pneumonia atau Infeksi pada paru-paru, semua menjadi diam dan terlihat bingung.

Ya, Pneumonia mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat kita, sehingga kadang kasus ini sering luput dari penanganan. Balita biasanya datang berobat dalam kondisi sudah sesak berat, rewel, gelisah dan demam tinggi, sehingga pengobatannya pun tidak semudah bila datang lebih dini.

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang jaringan paru-paru yang biasanya ditandai dengan batuk yang disertai nafas cepat dan atau nafas sesak. Selain gejala diatas, biasanya juga disertai dengan demam.

Akibat terjadinya proses infeksi, tubuh akan memproduksi lendir dalam jumlah yang berlebihan. Lalu tubuh akan merespon untuk mengeluarkan lendir tersebut melalui proses yang biasa kita sebut sebagai batuk. Bayi atau anak ketika batuk biasanya kesulitan untuk mengeluarkan lendir tersebut, sehingga saluran nafasnya cenderung terisi penuh oleh lendir. Penumpukan lendir disaluran nafas bayi atau anak, dimana diameter saluran nafasnya masih sempit, mengakibatkan gangguan bernafas pada bayi atau balita tersebut, yang terlihat sebagai nafas cepat dan atau sesak.

Anda bisa menghitung sendiri jumlah nafas balita anda dalam 1 menit. Jika balita anda kurang dari 2 bulan, nafas dianggap cepat bila hitungan napas selama 1 menit adalah 60 kali dan atau lebih. Bila balita anda berusia 2-12 bulan napas dianggap cepat bila hitungan nafas dalam 1 menit adalah 50 kali dan atau lebih. Sementara bila balita anda berusia 12 bulan sampai 5 tahun, dianggap nafas cepat bila hitungan napas 40 kali per menit dan atau lebih.

Faktor-faktor yang mempermudah balita terkena Pneumonia antara lain : tertular teman atau keluarga yang juga sedang batuk, terpapar asap rokok maupun asap dapur, kurang gizi, ventilasi rumah tidak memadai, serta riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Ketika faktor-faktor ini tidak singkirkan, maka meskipun balita anda sering dibawa berobat, tetap saja penyakitnya tidak akan sembuh-sembuh. Bahkan balita anda cenderung mendapatkan efek samping dari berbagai macam zat yang terkandung dalam berbagai macam obat.

Bila menghadapi keadaan diatas, dimana kondisi balita sedang sesak berat, segera bawa balita anda kesarana kesehatan terdekat, terutama yang ada fasilitas unit gawat daruratnya, karena sesak nafas pada balita merupakan suatu kondisi gawat darurat.

Namun jika tidak ditemukan gangguan nafas berat, maka segera bawa balita anda berobat ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan sebelum sesak nafasnya bertambah parah. Selain pengobatan, selama dirumah, jauhkan balita anda dari berbagai macam faktor yang memperberat penyakitnya, seperti : asap rokok, asap rumah tangga orang yang sedang batuk, serta berbagai jajanan yang tidak sehat. Beri minum balita anda lebih banyak dari biasanya. Dan bila ada demam, kompres dengan air hangat dan jangan memakai selimut dan atau pakaian tebal. Jangan lupa untuk memperbaiki status gizi balita anda. Karena semakin bagus status gizinya, semakin baik pula daya tahan tubuhnya terhadap berbagai macam penyakit.

 

 




0

About the Author:

Add a Comment