HIV…kenali, cegah, basmi

Posted by:






“HIV?”, “AIDS?”, “bukannya itu sama aja ya?”, “kalau pegangan tangan, nular ngga ya?”. Mungkin itu sekilas gambaran masyarakat kita bila ditanyakan perihal HIV. Masih banyak yang belum mengerti sepenuhnya tentang “apa itu HIV, apa itu AIDS, bagaimana penularannya, bagaimana pencegahannya, bisa diobati tidak, siapa aja yang berpotensi terkena, dll. Kalaupun tahu tentang HIV, biasanya hanya mengerti sebatas “HIV adalah penyakit yang mematikan”. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan kita, mengingat sudah tahu kalau ini penyakit mematikan, tapi kok banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang HIV.

HIV adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bila sistem kekebalan tubuh diserang, tubuh menjadi gampang menderita infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, ataupun protozoa. Ketika bermunculan berbagai macam gejala penyakit akibat sistem kekebalan tubuh yang rusak, maka keadaan ini disebut AIDS.

Pada saat seseorang dinyatakan HIV positif, biasanya cenderung tak bergejala, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui status HIV seseorang, hanyalah melalui pemeriksaan darah. Orang dengan HIV positif tampak sehat-sehat saja, tidak terlihat seperti orang sakit parah, masih bisa beraktifitas seperti biasa.

Picture3

HIV positif, nantinya bisa menjadi AIDS bila dibiarkan dan tidak menjalani pengobatan secara teratur. Pada saat seseorang jatuh pada kondisi AIDS, maka mulai bermunculan gejala-gejala seperti : berat badan turun drastis, sariawan yang luas diseluruh rongga mulut yang bisa menyebar hingga ketenggorokan, diare yang berkepanjangan (> 1 bulan), demam yang berkepanjangan, infeksi kulit berulang, infeksi cacar berkali-kali, dsb.

Sejauh ini, penularan virus HIV melalui cairan tubuh seperti darah, cairan kelamin pria dan wanita, serta melalui air susu ibu. Jadi bisa disimpulkan bahwa penularan HIV adalah melalui hubungan seksual beresiko, penggunaan jarum suntik tidak steril, serta penularan dari ibu kepada anaknya, baik pada saat kehamilan, persalinan dan menyusui. Hubungan seks beresiko yang dimaksud adalah adanya riwayat berhubungan dengan wanita penjaja seks atau punya mitra seksual lebih dari satu. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, jabat tangan, berpelukan, duduk ditempat bekas orang HIV, berenang bareng pengidap HIV, makan bareng, atau terkena percikan ludah dari pengidap HIV.

Picture2

Penularan Virus HIV

Banyak mitos dan info sesat yang beredar dimasyarakat, yang menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS), yang bahkan cenderung menjurus kearah pelanggaran hak asasi manusia.

Sampai sekarang, belum ada satu macam zat pun yang terbukti bisa menyembuhkan HIV. Obat-obatan yang tersedia, berguna untuk mencegah aktivitas virus, sehingga orang yang hasil test nya HIV positif tidak cepat berkembang menjadi AIDS. Selain itu, obat-obatan juga berfungsi untuk mencegah penularan, terutama penularan dari ibu ke anaknya. Yang patut digaris bawahi adalah, sekali seseorang dinyatakan mengidap virus HIV, maka selamanya dia akan hidup dengan virus tersebut, sehingga selamanya pula dia harus mengkonsumsi obat-obatan.

Tiga cara yang bisa dilakukan untuk mencegah HIV, yang diambil dari 3 abjad pertama agar gampang di ingat, yaitu :
A = Anti berhubungan seks sebelum nikah
B = Bersikap setia pada pasangan
C = Cegah dengan kondom

Ketiga hal ini berjalan secara berurutan, dimana bukan pencegahan dengan kondom yang menjadi prioritas utama. Walaupun kondom adalah alat proteksi yang paling efektif, tetapi tetap harus melalui point “A” dan “B” terlebih dahulu.

Kesadaran akan pentingnya memeriksakan status HIV masing-masing, juga ikut berperan dalam memutus mata rantai penularan HIV. Tidak ada satu orang pun yang berani mengklaim dirinya bebas HIV kecuali telah menjalani pemeriksaan, bahkan petugas kesehatan pun tidak. Cukup satu perilaku beresiko saja, sudah bisa membuat anda HIV positif. Karena itu, semakin cepat dideteksi, semakin cepat pula diobati dan dicegah penularannya. Hingga saat ini, pemeriksaan HIV dan pengobatannya adalah GRATIS. Selain gratis, test HIV juga sifatnya adalah rahasia dan tanpa paksaan.

Sudah saatnya merubah paradigma lama bahwa HIV-AIDS adalah akibat “kenakalan” seseorang, dan penyakit ini adalah salah satu bentuk hukumannya. Lalu bagaimana dengan bayi yang baru lahir dan sudah membawa penyakit ini, sementara ibunya yang HIV positif adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang setia pada pasangannya. Tahukah kita bahwa urutan kedua terbanyak sebagai penderita HIV adalah ibu rumah tangga, lalu pantaskah mereka semua “dihukum” atas kesalahan yang tidak mereka perbuat?. Rasanya hati nurani kita tidak akan setuju dengan pernyataan diatas, karena itu diperlukan peran serta aktif masyarakat dalam memutus mata rantai penularannya. Kerja sama antara petugas kesehatan dan masyarakat, niscaya bisa melawan ini semua, karena bersama, kita pasti BISA!.




0

About the Author:

Add a Comment