Kenali Stroke, Si Penyakit Yang Mematikan

Posted by:






Bila mendengar kata stroke, yang terlintas di pikiran kita adalah suatu penyakit yang menyebabkan penderitanya lumpuh, tidak bisa berbicara dan bahkan bisa juga menimbulkan kematian mendadak. Tapi tak jarang pula ada yang membiarkan gejala awal dari stroke, dimana keluhan itu masih ringan dan belum mengganggu aktivitas sehari-harinya atau mungkin karena ketidaktahuannya, sehingga baru dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri.

Stroke adalah salah satu penyakit yang paling menakutkan karena hasil akhirnya yang bisa berakibat fatal, baik meninggal dunia ataupun cacat permanen. Ketika terjadi serangan stroke, kecepatan waktu penanganan sangat berpengaruh terhadap kondisi penderita kedepannya. Semakin cepat penderita ditangani, maka semakin baik pula kondisi akhir penderitanya. Walaupun terkadang pada beberapa kasus, serangan stroke nya sudah cukup berat dan menimbulkan kerusakan otak yang parah, sehingga membuat pasien tetap tidak bisa tertolong. Karena itu pengendalian faktor resiko stroke memegang peranan penting dalam pencegahan serangan stroke yang berat.

Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Akibat gangguan aliran darah ini, suplai oksigen ke otak terhambat, sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Perlu diketahui bahwa jaringan otak tidak seperti jaringan tubuh yang lain, dimana ketika terjadi kerusakan dia tidak akan bisa diperbaiki dan selamanya akan tetap rusak. Karena itu, kerusakan kecil saja sudah bisa menimbulkan gangguan fungsi tubuh yang sifatnya permanen.

Berdasarkan penyebab gangguan aliran darahnya, stroke dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : Akibat terbentuknya sumbatan di pembuluh darah otak (Stroke Iskemik) atau Akibat pecahnya pembuluh darah otak (Stroke Perdarahan). Walaupun sama-sama menimbulkan kerusakan jaringan otak serta gejalanya hampir-hampir mirip, namun penanganannya antara Stroke Iskemik dan Stroke Perdarahan sangat berbeda. Untuk mengetahui secara pasti jenis strokenya, maka biasanya dilakukan pemeriksaan tambahan berupa Foto Otak, atau yang biasa kita sebut CT-Scan.

gabung

Berikut ini adalah gejala-gejala yang patut dicurigai sebagai serangan Stroke, antara lain :

  1. Mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki, pada satu sisi tubuh atau seluruh tubuh
  2. Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ataupun sulit mengerti pembicaraan atau perintah
  3. Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
  4. Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh
  5. Mendadak pusing atau sakit kepala berat tanpa sebab yang jelas

Ketika ditemukan gejala-gejala diatas, lakukan tes sederhana berikut ini, yaitu :

  • Cek muka mereka, apakah saat tersenyum akan terlihat sudut mulut yang turun
  • Dapatkah mengangkat kedua tangan, ataukah ada tangan yang lemah
  • Apakah lancar berbicara dan dapat dimengerti, atau terdengar cadel

Bila ternyata ditemukan gangguan pada tes diatas, maka segara bawa penderita ke Rumah Sakit terdekat. semakin cepat mendiagnosis dan mengobati maka tidak hanya menyelamatkan hidup tetapi juga dapat mencegah kecacatan yang lebih parah.

Banyak persepsi di masyarakat yang salah mengenai stroke, misalnya saat mengalami gejala stroke ada beberapa orang yang melakukan penusukan pada ujung – ujung jari menggunakan jarum dengan harapan akan mendapat kesembuhan. Namun bila hal tersebut dilakukan malah akan terjadi sebaliknya, dengan menusukkan jarum maka akan menyebabkan nyeri, yang dapat memicu terjadinya kenaikan tekanan darah dan memperburuk keadaan stroke.

Selain itu, ada juga yang memberikan ramuan – ramuan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan gejala stroke, namun ada beberapa ramuan yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah yang bila diberikan pada penderita stroke perdarahan akan semakin memperluas perdarahan otaknya.

Pada kasus-kasus Stroke karena sumbatan, akan diberikan obat-obatan yang menghancurkan dan menghilangkan sumbatan di dalam pembuluh darah. Sementara pada kasus-kasus Stroke akibat pecahnya pembuluh darah otak, akan segera dilakukan operasi pengangkatan bekuan darah bila kondisi penderita memungkinkan.

Ada peribahasa mengatakan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Hal inilah yang sebaiknya dilakukan masyarakat, mengingat pada kasus-kasus Stroke yang berat, walaupun sudah mendapatkan terapi yang optimal, tetap tidak bisa mengembalikan fungsi tubuh seperti normal kembali. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan antara lain :

  1. Menghentikan konsumsi rokok dan alkohol
  2. Jagalah berat badan hingga mencapai ideal
  3. Teratur berolahraga atau beraktifitas fisik
  4. Mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan cepat saji
  5. Kendalikan penyakit-penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, gangguan lemak darah (hiperkolesterol), peningkatan kadar asam urat darah, atau tekanan darah tinggi dengan cara meminum obat secara teratur dan menjaga pola hidup sehat
  6. Cek teratur ke layanan kesehatan terdekat, minimal sebulan sekali bila sudah mengidap penyakit-penyakit diatas, atau 6 bulan sekali bila tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan sebelumnya.
  7. Cegah stress

faktorresikostroke

Dengan menerapkan pola pencegahan ini secara menyeluruh dan berkesinambungan, maka niscaya anda dapat menyingkirkan Stroke dari kehidupan anda, dan hidup bahagia hingga usia tua.

 

 




0

About the Author:

Add a Comment