Mengapa Kita Bisa Sakit ?

Posted by:






Dok, saya ini padahal sudah minum vitamin loh, kok masih bisa sakit?. Dok, saya ini rutin makan buah dan sayur, tapi kenapa masih kena flu ya?. Barangkali itu juga menjadi salah satu pertanyaan anda yang mungkin belum terjawab sampai saat ini.

Banyak orang yang hanya berfokus pada menyalahkan tubuhnya sendiri apabila sedang sakit, sementara sebenarnya ada faktor lain selain dirinya sendiri yang bisa menimbulkan penyakit terhadap seseorang.

Seseorang dikatakan dalam kondisi bebas dari penyakit apabila 3 faktor ini berada dalam kesetimbangan. Ketiga faktor tersebut adalah host (penjamu/inang), agent (penyebab penyakit), dan lingkungan. Interaksi antara ketiga faktor tersebut digambarkan dalam suatu segitiga keseimbangan. Ketika interaksi ketiga faktor tersebut tidak seimbang, maka seseorang akan jatuh dalam kondisi sakit.

Segitiga Epidemiologi

Manusia sebagai host, berinteraksi dengan berbagai agent penyebab penyakit baik bakteri, virus ataupun jamur dalam suatu lingkungan tertentu. Ketika ada salah satu faktor yang dominan, maka akan menggeser faktor-faktor yang lain. Sebagai contoh, ketika ada kuman yang masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang cukup banyak, otomatis akan menggeser segitiga keseimbangan menjadi lebih berat kearah agent, sehingga seseorang akan menjadi sakit.

Contoh yang lain misalnya pada kasus HIV. Virus ini mampu beradaptasi dalam tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak mampu benar-benar membunuh virus ini. Selain itu virus ini juga cepat sekali berkembang biak dalam tubuh, sehingga pada orang-orang dengan HIV yang tidak mendapatkan pengobatan, virus ini akan dengan cepat menyerang berbagai organ tubuh dan menimbulkan berbagai komplikasi penyakit. Keistimewaan inilah yang membuat tidak perlu jumlah virus yang banyak untuk bisa menginfeksi seseorang. Anda hanya butuh terpapar 1 kali dengan virus agar bisa terinfeksi HIV. Bahkan sekalipun tubuh anda dalam kondisi sangat sehat, keganasan virus HIV akan membuat anda dengan mudahnya bisa terinfeksi HIV.

Hal ini tentu berbeda dengan virus influenza, yang butuh paparan berkali-kali terhadap virusnya agar bisa menimbulkan penyakit pada seseorang. Namun walaupun terjadi interaksi berkali-kali dengan agent, tidak serta merta membuat host langsung menjadi sakit. Karena host juga punya sistem pertahanan tubuh yang menjaga segitiga Host-Agent-Environment tetap seimbang. Jadi walaupun terpapar virus influenza berkali-kali, selama anda bisa menjaga tubuh tetap fit, misalnya dengan makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan atau berolahraga secara teratur, maka anda akan tetap terbebas dari penyakit.

Agent tidak hanya terbatas pada mikroorganisme saja, tapi bisa juga oleh karena yang lain. Seseorang yang menjadi batuk-batuk akibat asap rokok, berarti segitiga keseimbangannya dirusak oleh suatu agent berupa asap rokok. Selain itu, pada pekerja pabrik asbes yang mengalami peradangan paru-paru, agent penyebab penyakitnya adalah debu dari material asbes yang terhirup oleh saluran nafas dan menimbulkan penyakit.

Agent-agent lain yang bisa menimbulkan penyakit pada manusia sebagai host misalnya : pestisida, Gas CO dari asap kendaraan bermotor, sinar matahari, api, dll.

Setelah membahas faktor agent, kita bergeser ke faktor selanjutnya, yaitu host. Adakalanya suatu penyakit timbul akibat adanya masalah dalam tubuh manusia. Faktor usia misalnya, dimana ketika seseorang sudah berusia lanjut, sangat rentan terhadap munculnya penyakit.

Selain itu status gizi, faktor genetik, ataupun akibat faktor jenis kelamin juga bisa menjadi penyebab munculnya suatu penyakit. Misalnya balita yang bergizi kurang atau bergizi buruk cenderung mudah mengalami diare dan radang pada paru-paru atau seorang anak yang menderita thalasemia akibat gangguan pada tingkat genetik. Selain itu pada wanita juga jarang mengalami serangan jantung akibat adanya faktor hormon estrogen yang memberikan perlindungan atau munculnya penyakit kanker leher rahim yang hanya ada pada wanita atau kanker prostat dan testis yang hanya ada pada pria menjelaskan bahwa faktor jenis kelamin juga berpengaruh terhadap munculnya salah satu penyakit terhadap seorang individu.

Faktor host lainnya yang juga berpengaruh misalnya : ras, adanya cacat atau gangguan salah satu fungsi organ, ataupun adanya salah satu penyakit tertentu yang sudah diderita, misalnya pada penderita diabetes mellitus akan bisa terjadi gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina atau pada orang dengan hipertensi akan mudah menjadi stroke.

Lalu bagaimana lingkungan bisa menyebabkan seseorang menjadi sakit?. Pada cuaca dingin, seseorang dengan riwayat asma akan mudah mengalami kekambuhan atau pada keadaan panas yang terik, bisa muncul sakit kepala atau pingsan akibat dehidrasi.

Lingkungan pun tidak terbatas hanya lingkungan fisik saja, tetapi juga bisa berupa lingkungan biologis berupa flora dan fauna ataupun lingkungan sosial-ekonomi. Misalnya nyamuk, dia berperan sebagai vector yang membawa agent berupa virus demam berdarah yang siap menginfeksi manusia sebagai host. Atau lalat yang membawa kotoran yang mengandung kuman tifus.

Dari sisi sosio-ekonomi, kita dapat melihat bagaimana pada kondisi lingkungan sekitar yang kumuh, rapat, dan padat penduduk, akan mudah sekali berkembang kuman Tuberculosis.

Nah, semoga penjelasan diatas bisa menjawab pertanyaan anda mengenai mengapa seseorang bisa menjadi sakit. Karena untuk membuat seseorang bebas dari penyakit, diperlukan keseimbangan antara faktor Host-Agent-Lingkungan. Percuma saja kita hanya berfokus pada menjaga tubuh kita tetap sehat, selama lingkungan sekitar tidak ikut dijaga, toh ujung-ujungnya juga anda akan tetap menjadi sakit.




0

About the Author:

Add a Comment