Serangan Jantung, Bagaimana Itu Bisa Terjadi ?

Posted by:






Serangan jantung atau istilah medisnya Infark Miokard adalah suatu proses rusaknya otot jantung akibat kekurangan suplai darah. Otot jantung dalam metabolismenya membutuhkan suplai oksigen yang cukup, dimana oksigen ini dibawa oleh darah melalui suatu pembuluh darah benama Arteri Koronaria.

Ketika terjadi sumbatan pada lumen dari Arteri Koronaria, maka fungsinya sebagai penyuplai darah untuk jantung pun akan terganggu. Hal inilah yang biasa kita sebut sebagai Penyakit Jantung Koroner. Seseorang yang sebelumnya sudah pernah didiagnosis menderita penyakit Jantung Koroner, sangat berpotensi kedepannya untuk mengalami serangan jantung.

Pada umumnya yang menjadi penyumbat pada Arteri Koronaria adalah timbunan lemak darah yang semakin lama semakin menumpuk dan membentuk plak. Lemak darah, sebenarnya tetap kita butuhkan dalam jumlah kecil, karena itu dikenal adanya lemak jahat dan lemak baik.

Idealnya, jumlah lemak baik harus tinggi, dan lemak jahat cenderung rendah, dimana lemak baik nantinya akan bisa membantu mencegah terjadinya serangan jantung. Tapi biasanya yang terjadi adalah sebaliknya, jumlah lemak baik cenderung rendah, dan lemak jahat malah cenderung tinggi .

Lemak darah akan ikut dalam aliran darah melewati dinding pembuluh darah, dimana dalam perjalanannya ada sebagian kecil yang mengendap pada lapisan dinding pembuluh darah. Awalnya endapan plak ini biasanya masih kecil sehingga sumbatan Arteri Koronaria biasanya tidak total.

Belum ada keluhan berarti yang dialami penderitanya. Penderita biasanya “hanya” mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri, yang ringan, rasanya seperti ditekan, tidak hilang dengan perubahan posisi, kadang disertai rasa sesak atau nyeri yang menjalar dileher atau lengan kiri dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Hal ini biasanya diabaikan oleh penderita dan menganggap itu sebagai nyeri otot biasa, atau bahkan kadang juga dianggap sebagai maag, padahal ini sebenarnya adalah tahap awal dari serangan jantung dan tidak bisa dianggap remeh.

Ketika “alarm” awal ini tidak di idahkan, dan penderita tetap saja tidak merubah pola hidupnya, maka plak akan semakin menumpuk sehingga pada suatu waktu lapisan pembuluh darah yang tipis ini akan pecah akibat regangan yang diakibatkan oleh tumpukan lemak darah tersebut. Hal ini menyebabkan terjadi sumbatan total pada Arteri Koronaria, akibatnya suplai darah ke otot jantung akan terhenti, kemudian otot jantungnya mati. Bila otot jantung yang mati semakin meluas, maka akan berakhir dengan terjadinya henti jantung atau kematian. Hal inilah yang biasanya kita sebut sebagai serangan jantung.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung, yaitu :

1. Hindari rokok

Banyak yang mengaitkan rokok dengan angka kejadian kanker paru atau penyakit paru kronis lainnya. Tapi tahukah anda bahwa ternyata rokok juga bisa meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner?. Zat-zat kimia pada rokok dapat menghasilkan senyawa radikal bebas yang mengakibatkan dinding pembuluh darah tidak elastis. Selain itu, karbon monoksida dan nikotin juga meningkatkan proses pembekuan darah, sehingga berpotensi menimbulkan endapan pada lapisan dinding pembuluh darah. Kombinasi antara meningkatnya endapan dan tidak elastisnya dinding pembuluh darah inilah yang mengakibatkan endapan semakin menumpuk sehingga seorang perokok riskan sekali menderita penyakit jantung koroner.

2. Lakukan aktifitas fisik / berolahraga minimal 3-4x seminggu

Dengan berolahraga, kita tidak hanya bisa mengendalikan berat badan dan meningkatkan pembakaran lemak, namun juga bisa meningkatkan elastisitas pembuluh darah yang akhirnya akan dapat mencegah terbentuknya endapan pada dinding pembuluh darah dan mencegah tekanan darah tinggi.

3. Kendalikan berat badan hingga mencapai berat badan ideal

Berat badan berlebih selalu dikaitkan dengan adanya peningkatan kadar lemak dalam darah diatas nilai normal. Selain itu, berat badan berlebih juga cenderung menyebabkan seseorang malas beraktifitas dan berolahraga.

4. Kontrol kadar lemak darah 

Periksalah teratur kadar lemak darah anda baik lemak jahat maupun lemak baik. Bila sebelumnya sudah pernah didiagnosis ada gangguan lemak darah dan mendapat pengobatan, maka obat harus diminum teratur dan konsultasikan rencana pengobatan selanjutnya kepada dokter anda.

5. Hindari makanan yang mengandung kadar lemak jahat tinggi 

Hindari : Otak, jerohan, lidah, kikil, daging merah yang berlemak, Kepiting, udang, cumi, kerang, minyak kelapa, minyak jelantah, keju,  santan, butter, susu full cream, mayonaise, soda, kuning telur , cake, kue tart, coklat.

Dianjurkan : Daging ayam kampung, ikan, putih telur, susu skim, susu kedelai, yogurt, tahu, tempe, kacang2an,gandum,sayur-sayuran, buah-buahan, minyak zaitun, minyak jagung, minyak kedelai, daging tanpa lemak.

6. Kendalikan tekanan darah

Tekanan darah yang dimaksud adalah tekanan pada dinding pembuluh darah. Bila tekanan dalam dinding pembuluh darah terus meningkat, maka seperti halnya otot tubuh yang lain, akan menyebabkan terjadinya penebalan dari dinding pembuluh darah. Bila penebalan tersebut dikombinasikan dengan tumpukan endapan dari lemak darah, maka akan semakin mempersempit diameter dinding pembuluh darah.

7. Kontrol kadar gula darah

Pada penderita diabetes mellitus, kadar gula darah biasanya tinggi, sehingga cenderung 2-3x lebih beresiko terkena serangan jantung dibandingkan orang normal. Gula darah yang tinggi cenderung membuat darah lebih cepat menggumpal, sehingga mempermudah terbentuknya plak. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga menyebabkan gangguan fungsi syaraf, terutama menyebabkan berkurangnya sensasi rasa nyeri, sehingga gejala nyeri dadanya tidak terasa dan pasien tidak menyadari jika dirinya sedang menghadapi ancaman serangan jantung.

8. Hindari alkohol

Alkohol diketahui dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Mekanisme bagaimana alkohol bisa menaikan tekanan darah hingga saat ini belum diketahui

9. Manajemen stress

Pada kondisi stress, tubuh akan melepaskan hormon-hormon yang bisa meningkatkan tekanan darah. Stres juga dapat meningkatkan terbentuknya radikal bebas yang bisa menyebabkan pembuluh darah kaku, sehingga mudah terbentuk endapan.

Semakin berkembangnya jaman akan menuntut seseorang  menginginkan hal-hal yang serba praktis dalam hidupnya. Pola hidup tidak sehat, dengan konsumsi makanan cepat saji, rokok dan alkohol, serta tingkat stres pekerjaan yang tinggi, dipercaya masih tetap akan menjadikan serangan jantung sebagai pembunuh no. 1 hingga beberapa tahun kedepan. Maka dari itu, aturlah pola hidup anda dari sekarang bila ingin jantung anda berdetak lebih lama.




0

About the Author:

Add a Comment